Friday, January 18, 2013

introspeksi di ujung senja

entah mengapa aku suka bau senja. 
semburat cahaya keemasan yang silau, aroma sore hari yang penuh semangat, sesal, caci, maki, pengharapan, apapun yang orang rasakan pada hari itu. aku suka baunya, tapi aku lebih suka menghirup bau pengharapan dan semangat, daripada caci maki dan penyesalan.
andai saja semua orang sadar, apa artinya caci maki dan penyesalan di ujung hari, aku kira tak etis berlaku demikian untuk menutup hari yang seharusnya amat kita syukuri sebagai nikmat tak terkira dari Sang Pemilik Kehidupan.
aku lebih suka menutup hari dengan syukur, pengharapan, dan semangat di senja yang amat romantis.
syukur untuk nafas di hari yang masih Tuhan beri kali ini dan kemarin.
pengharapan untuk hari esok yang jauh lebih baik dan berkah.
semangat untuk terus hidup dalam rasa positif dan berkarya.
semangat kawan, hidup hanya sekali, lakukan yang terbaik dan jangan lupa tersenyum!! :)

Wednesday, January 16, 2013

Fakultas Geografi Masih Perlu Diperbanyak

YOGYAKARTA - Indonesia masih kekurangan ilmuan Geografi. Padahal permintaan tenaga profesional yang menguasai bidang ilmu Geografi ini masih cukup tinggi.
Sedikitnya jumlah ilmuan Geografi ini disebabkan lulusan Geografi di Indonesia hanya berasal dari dua perguruan tinggi, UGM dan Universitas Muhammadiyah Surakarta dan 31 Pergurruan tinggi yang memiliki jurusan Geografi.
“Akibatnya bidang keahlian yang seharusnya terisi oleh ilmuan Geografi tidak bisa dipenuhi, karena tingginya permintaan. Untuk memenuhinya, butuh upaya khusus dengan membuka prodi dan fakultas Geografi baru agar kebutuhan tenaga profesional terpenuhi,” kata Dr. Muhammad Dimyati, Ketua Ikatan Geografi Gadjah Mada (Igegama), di sela-sela kegiatan kongres dan seminar internasional di bidang pemetaan,di UGM baru-baru ini.
Dimyati memperkirakan, saat ini kebutuhan ilmuwan Geografi mencapai 29 ribu. Sementara jumlah lulusan masih cukup sedikit. Untuk bisa memenuhi jumlah tersebut setidaknya diperlukan waktu kurang lebih 25 tahun.
“Harus ada cara lain untuk mencetak tenaga profesional, agar seimbang antara permintaan dan output perguruan tinggi,” kata alumni fakultas Geografi UGM ini yang lulus tahun 1982 ini.
Untuk menambah kebutuhan ahli Geografi, Dimyati  menyarankan pemerintah mmeberikan rekomendasi ke perguruan tinggi yang ada untuk membuka jurusan atau fakultas Geografi baru. Apresiasi masyarakat terhadap Geografi bisa ditingkatkan dengan memperbesar kuota jumlah mahasiswa di perguruan tinggi.
Guna memperbaiki kondisi maka program studi Geografi di perguruan tinggi juga harus menyamakan kompetensi lulusan, termasuk pembahasan kurikulum Geografi dan memperjelas bidang-bidang kompetensi Geografi yang harus dikuasai.
Pemberian pelajaran Geografi bisa diberikan pada tingkat lebih awal sejak SD dan SMA. Harapannya pengajaran Geografi butuh kesinambungan sebelum pada tingkatan pendidikan tinggi bisa memperbesar daya tampung dan kapasitas kuota mahasiswa yang memperdalam ilmu Geografi.
Dekan Fakultas Geografi Prof. Dr. Suratman, menyampaikan Indonesia membutuhkan banyak geograf untuk mengeksplorasi potensi sumber daya alam. Dia menyebutkan lima kompetensi yang harus dikuasai oleh ahli Geografi, yaitu menguasai pemahaman hubungan alam dengan kehidupan sosial, sumberdaya dan wilayah, pelestarian pengelolaan lingkungan hidup, mitigasi bencana, dan sistem informasi Geografi.
 "Terakhir soal keahlian bidang sistem informasi Geografis yang bisa jadi usaha mandiri. Bagaimana wawasan spasial dapat memberikan nilai untuk wawasan kebangsaan, kewilayahan dan kewirausahaan," kata Suratman.(rhs)

Rencana Umum Tata Ruang Republik Indonesia

Mari sedikit bicara geografi, monggo disimak :)
Rencana Umum Tata Ruang Republik Indonesia menurut Soekarno 

Sumber : Arsip Nasional Republik Indonesia 

Banyak orang yang tidak tahu bahwa Bung Karno adalah salah satu Presiden yang amat mengerti tata ruang kota dan tata ruang wilayah geopolitik. Sebagai seorang Insinyur arsitek dia sendiri sudah mendesain seluruh wilayah Indonesia dengan bagian-bagian pembangunannya, suatu hal yang kemudian menjadi satu bagian dari dokumen Deklarasi Ekonomi Djuanda 1960.

Kebanyakan dari orang-orang yang sinis pada Soekarno menganggap pria yang gila seni ini hanyalah seorang arsitek yang gemar mendesain patung. Lantas hasil karyanya untuk rumah hanyalah beberapa rumah di Bandung yang dia gambar saat ia masih belia dan berkolaborasi dengan Insinyur Rooseno, atau ketika ia baru lulus kuliah THS (skrg ITB) membuat jembatan-jembatan kecil. 

Bahkan secara sarkastis, mahasiswa-mahasiswa anti Sukarno pada 1965 meledek Bung Karno sebagai "Orang Tua Pikun, Patung kok dikira celana" samberan ini meledek soal pidato Sukarno, bahwa patung itu seperti celana, sebagai sebuah kehormatan bangsa. Suatu hal yang di belakang hari ternyata ada benarnya juga karena simbolisasi patung.

Padahal Soekarno adalah pemikir besar, dia mendesain bukan saja patung-patung yang banyak meniru model Eropa Barat dan Timur, dia mendesain pula kota-kota besar masa depan Indonesia. Pada 1958 setelah pengusiran warga Belanda dan pengambilalihan modal-modal Belanda sebagai bagian pernyataan siap perang Indonesia. Ketahuilah bahwa Soekarno sebenarnya sudah merancang Jakarta menjadi sebuah kota tempur.

Sebagaimana kota Singapura di mana seluruh bujur jalannya lurus-lurus dan lebar sekali, sebenarnya itu disiapkan untuk menjadi markas besar atas penguasaan wilayah Asia Tenggara. Bagi Bung Karno stabilitas Asia Tenggara adalah segala-galanya untuk melepaskan Indonesia dari politik ketergantungan modal dan politik invasi wilayah-wilayah produksi di Asia. 

Apa yang ditakutkan Sukarno pernah diucapkan pada Djuanda "Amerika sekarang tak lebih dengan Belanda, mereka tak berminat terhadap kesatuan wilayah, mereka hanya berminat wilayah-wilayah kaya modal, wilayah produktie, inilah yang menyamakan mereka dengan Belanda di tahun 1947 dimana agresi militer mereka dinamakan dengan sandi "Operatie Produktie" alias Aksi Polisionil. Padahal itu agresi terhadap bangsa dan negara yang berdaulat.

Wilayah-wilayah yang jadi prioritas Sukarno setelah siap perang dengan Belanda adalah Irian Barat, merebut Irian Barat dan menjadi satu bagian NKRI adalah satu syarat agar bangsa ini menjadi paling kuat di Asia.

Selain Irian Barat yang menjadi perhatian penting Bung Karno adalah Kalimantan. Awalnya Semaun dari Fraksi PKI di Parlemen sementara (KNIP) yang membawa saran tentang perpindahan ibukota negara. Semaun adalah konseptor atas tatanan ruang kota-kota satelit Sovjet Uni di wilayah Asia Tengah. Gagasan ini kemudian disambut antusias oleh Bung Karno, dan selama satu tahun penuh Bung Karno mempelajari soal Pulau Kalimantan ini. 

Dia lantas berkesimpulan "masa depan dunia adalah pangan, sumber minyak dan air. Pertahanan militer bertumpu pada kekuatan Angkatan Udara" ; Suatu hal yang kini menjadi kenyataan di abad 21 saat invasi-invasi besar sekutu barat banyak didukung oleh kekuatan-kekuatan udara baik di Perang Irak, perang Israel-Palestina maupun perang Afghanistan.

Bung Karno membagi dua kekuatan itu besar pertahanan nasional dalam dua garis besar : Pertahanan Laut di Indonesia Timur dengan Biak menjadi pusat armada-nya, suatu hal yang sesuai benar dengan garis geopolitik Jenderal Douglas MacArthur, panglima sekutu pada masa Perang Dunia II ; dan kemudian Pertahanan Udara di Kalimantan. Lalu Bung Karno mencari kota yang tepat untuk menjadi 'Pusat pertahanan Kalimantan' itu.

Lalu pada suatu malam di hadapan beberapa orang anggota Kabinet, Bung Karno dengan intuisinya mengambil mangkok putih di depan peta besar Kalimantan, dia menaruh mangkok itu ke tengah-tengah peta, kemudian Sukarno berkata dengan sorot mata tajam ke arah yang mendengarnya. "Itu Ibukota RI" ujar Bung Karno sembari menunjuk satu peta di tepi sungai Kahayan. 

Lalu Bung Karno menunjuk peta di tepi Sungai Kahayan dan melihat sebuah pasar yang bernama Pasar Pahandut, dan dari Pasar inilah Bung Karno mengatakan "Ibukota RI dimulai dari sini". Salah satu hadirin yang mendengar ucapan Bung Karno itu lantas teringat satu sejarah lama jaman kolonial dulu saat Gubernur Jenderal Daendels di depan Asisten Bupati Sumedang mulai membangun jalan darat Pos Selatan untuk gudang arsenal Hindia-Prancis. Ketika itu Daendels menunjuk satu tempat yang kita kenal sekarang sebagai Bandung. Daendels berkata : "Bandung jadi titik nol wilayah pertahanan Jawa". Dan itu terbukti kemudian.

Lalu Bung Karno menyusun dasar-dasar kota administrasi provinsi dengan dibantu eks Gubernur Jawa Timur RTA Milono, pada saat penyusunan birokrasi itu Bung Karno sedang menyiapkan cetak biru besar tentang rancangan tata ruang negara dari Sabang di Aceh sampai Merauke di Papua. Bung Karno merancang bahwa antara Pulau Sumatera-Jawa dan Jawa-Bali akan dibangun terowongan bawah tanah, karena rawan gempa Bung Karno meningkatkan armada pelabuhan antar pulau yang kapalnya dipesan dari Gdanks-Polandia. 

Tetapi rencana membuat channel seperti di selat Inggris tetap diprioritaskan bahkan menjelang kejatuhannya di tahun 1966 dia bercerita tentang channel bawah tanah yang menghubungkan Pulau Sumatera-Jawa dan Jawa-Bali.

Pusat pelabuhan dagang bukan diletakkan di Jawa, tapi di sepanjang pesisir Sumatera Utara-Kalimantan-Sulawesi, Sukarno mempersiapkan rangkaian pelabuhan yang ia sebut sebagai "Zona Tapal Kuda". Wilayah Jawa dan Bali dijadikan pusat lumbung pangan. 

Kota-kota baru dibangun, pilot project-nya adalah Palangkaraya dan Sampit, setelah itu Jakarta juga dibangun untuk display ruang atau model kota modern, Jakarta tetap dijadikan pusat kota jasa Internasional sementara Palangkaraya menjadi pusat pemerintahan dan pertahanam militer udara, Biak di Irian Barat jadi pertahanan militer laut dan Bandung jadi Pusat Pertahanan militer darat.

Ketahuilah, sebagai kota baru yang dirancang Bung Karno, seluruh jalan Palangkaraya dibuat lurus-lurus dan menuju satu bundaran besar. Bila perang dengan Inggris beneran terjadi maka jalan-jalan itu diperlebar sampai empat belas jalur untuk pendaratan pesawat Mig-21 yang diborong dari Sovjet Uni. Rencana tata kota sampai dengan tahun 1975. 

Rafinerij atau tambang-tambang minyak milik asing akan diambil alih dan dikuasai negara dan uangnya untuk pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan umum. Pembangunan tata ruang kota Palangkaraya diatur amat teliti, sampai sekarang tata ruang kota Palangkaraya paling rapi di Indonesia. 

Visi Sukarno, di tahun 1975 Indonesia akan jadi bangsa terkuat di Asia dan menjadi salah satu negara adikuasa dunia dalam konteks the big five : Amerika Serikat, Inggris, Sovjet Uni dan Jepang.Jepang dan Cina menurut Sukarno masih bisa dibawah Indonesia. Dan Indonesia jadi negara terkuat di Asia dan memimpin tiga zona wilayah bekerjasama dengan India dan Mesir. 

Setelah Bung Karno kalah duluan sama Soeharto dalam penguasaan keadaan saat Gestapu 1965, Bung Karno diinternir, Soeharto amat takut dengan bentuk persebaran kekuatan wilayah, dia lantas bertindak seperti Sunan Amangkurat I yang paranoid terhadap kekuatan pesisir, dia tarik seluruh kekuatan modal dan manusia ke satu pusat yaitu : Jawa. Dan hanya Jawa.

Padahal Jawa tadinya disiapkan Soekarno sebagai pulau yang khusus menjadi pusat lumbung pangan negara dan pariwisata nasional, pulau peristirahatan, namun yang terjadi sekarang adalah Jawa menjadi pusat segala-galanya, menjadi pulau paling padat sedunia dan tidak memiliki kenyamanan sebagai sebuah 'surga khatulistiwa' sementara Kalimantan, Sulawesi dan Papua dibiarkan kosong melompong. Dan sama sekali tak terjaga dengan baik. Angkatan Udara dan Armada Laut kita lemah.

Andai saja akademisi kita tidak ikut-ikutan mengotori dirinya seperti comberan mulut para politikus, ada baiknya menggali "rencana-rencana Sukarno" ini ketimbang mengomentari dan mengamati 'para maling main politik' di ibukota politik Jakarta yang kian lama kian sumpek. Mari sejenak menengok ke utara. Ke Palangkaraya. Ke Kalimantan, ibukota Republik masa depan.

Kisah Inspirasional 3

“Cangkir Yang Cantik”


Sepasang suami istri pergi berbelanja ke sebuah toko souvenir. Sesampainya di toko souvenir, mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. “Lihat cangkir itu, benar-benar cantik”, kata si istri kepada suaminya. “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat”, ujar suami.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba saja cangkir itu berbicara,
“Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidaklah cantik. Sebelum aku menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu ketika ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.

Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop! Stop! Aku berteriak, tetapi orang itu berkata “Belum!!!”. Lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop! Teriakku lagi, tetapi orang itu masih saja meninjuku tanpa menghiraukan teriakkanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas! Panas! Teriakku dengan keras. Stop! Stop! Cukup! Teriakku lagi. Namun teriakkanku sia-sia adanya.

Akhirnya ia mengangkatku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku, asapnya begitu memualkan. Stop! Stop! Aku berteriak. Wanita itu berkata “Belum!!!”.

Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria, dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya. Tolong! Hentikan penyiksaan ini! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tetapi orang ini tidak peduli dengan teriakkanku. Ia terus membakarku. Setelah puas menyiksaku, kini aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku, membawaku, dan meletakkanku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena dihadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala aku melihat diriku sendiri yang menjadi begitu cantik dan indah.

“Dalam kehidupan ini, adakalanya kita seperti disuruh berlari, adakalanya kita seperti digencet permasalahan kehidupan. Tetapi sadarlah bahwa itu merupakan cara Tuhan untuk membuat kita kuat. Hingga cita-cita kita bisa tercapai. Memang pada saat itu tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, tekanan bathin, dan berlinang air mata. Akan tetapi, inilah satu-satunya cara untuk mengubah kita agar menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan.”

“Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan jikalau kamu jatuh ke dalam berbagai macam cobaan. Ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan. Biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang agar kamu menjadi sempurna dan utuh serta tak kekurangan suatu apapun.”

“Catatan Strawberry”

Saat aku tengah membongkar semua isi hapenya, aku menemukan selarik kata-kata dalam telepon genggamnya. Tak tahu ini untuk siapa. Dia mencoba menguraikan makna 'cinta yang tulus', mencoba menerjemahkan arti 'cinta sejati', dan aku sedikit belajar darinya..


"Cinta yg tulus itu mencintai dengan menerima apa adanya, mencintai dgn menerima masa lalu.
Cinta yg tulus itu tanpa pamrih, cinta yg tak meminta untuk dibalas.
Cinta yg tulus tak bisa dibeli dgn uang, melainkan dengan pengorbanan.
Cinta yg tulus tidak akan pernah menyakiti org yg dicintai dgn alasan apapun.

Cinta sejati bukanlah ingin memiliki.
Cinta sejati bukan juga nafsu untuk menguasai, apalagi memanfaatkan.
Cinta sejati adalah kerelaan memberi, tanpa ingin dibalas.
Cinta sejati itu berkorban, tanpa mengharap imbalan.
Cinta sejati adalah menjaga, agar yang dicintai tetap dalam kebaikan.
Cinta sejati itu tekad melindungi, menjaga, mengasihi, memberi, berkorban, meski jiwa, maupun nyawa harus dikorbankan."

Surat Rindu di Batas Senja

Senja, aku merindukannya..


Aku masih menyisakan sebentuk hatiku untuknya, orang yang benar-benar sanggup ada di dekatku, sanggup memberikan hati yang utuh tak terbagi hanya untukku..

Untuk dia, dia yang selalu ada untukku. Dia yang mencintaiku dengan seutuh hati yang ia miliki, aku merindukannya. Iya, dia..

Seandainya dia mendengar lirih suara hati ini, “aku merindukanmu. Maafkan aku yang tak lagi mencintaimu dengan seutuh hati seperti kau mencintaiku.”

Tapi aku mencoba, dengan sebentuk hati ini, dengan sisa hati ini, aku mencintainya, hingga habis tak lagi bersisa.

Untuk dia yang sudah menjaga hatiku, terimakasih..

Aku mengenalnya, dia yang mencintaiku dengan seutuh dan setulus hati, terimakasih, semoga tetap begini, tetap seutuh kemarin.

“Kamu, yang bayangnya mulai memudar dari pandangan, aku mencoba, selalu mencoba, kemarin, hari ini, esok, lusa, dan hingga waktu tak terhingga, mencoba tetap mencintaimu, menyayangimu, menjagamu, dan tak pernah melupakanmu, dengan sebentuk kecil sisa hatiku, untukmu. Iya, untukmu..”

Sunday, January 13, 2013

Mention dengan Tuhan

Pagi ini aku baru saja bangun dari petualangan semalam. Sungguh aku belum rela meninggalkan kasurku yang empuk itu, tapi ku cium bau waktu sudah siang. Langsung ku buka jendela. Oh, apa yang kulihat, aku melihat dia pagi ini dengan raut wajah yang rupawan, sungguh. Oh Tuhan, senyumnya maniiisss sekali, sungguh semua orang pasti setuju jika pagi ini ia tampan sekali. Ya Tuhan, aku sudah dibuat terpesona oleh-Mu karena ciptaan-Mu yang amat sangat begitu sungguh tampan sekali. Aku suka sekali dia di pagi ini.

Pagi berganti siang. Kulihat kembali wajahnya dari balik jendela, dia masih manis, masih rupawan. Aku mengaguminya saat dia seperti ini. Aku tak ingin beranjak dari balik jendela rasanya. Bagaimana beranjak? Sekedar mengedipkan mata pun aku tak mau. Aku tak mau kecolongan tiap garak-geriknya.

Pagi berganti siang, siang hilang, senja menjelang. Aku lihat lagi dia dari balik jendela. Oh tapi apa yang aku lihat? Dia kini menangis, menangis hingga sesenggukan.  Air matanya mengalir deras, sungguh, deras sekali. Emosinya semakin tak terkendali, semua orang kini melihatnya dengan perasaan takut. Orang-orang berdoa agar dia berhenti menangis, tapi dipastikan tak satupun ada yang dapat menghentikan tangisnya, ya kecuali Tuhan. Sebelumnya memang dia sudah bermuram durja, murung, tak terlihat sedikitpun goresan senyumnya yang manis itu.

Sore ini dia tak setampan pagi tadi. Aku heran, kenapa dia tiba-tiba berubah begitu drastis. Aku penasaran. Aku tanyakan via tweetdeck.com pada Tuhan, segera aku mention Tuhan : "Tuhan, kenapa dia yang tadinya begitu tampan kini berubah amat murung dan menangis hingga sesenggukan? Ada apa dengannya, Tuhan? Aku menginginkan dia(read:langit) yang rupawan seperti tadi pagi."

Tak lama kemudian, kubaca "Tuhan mentioned you : Dia menangis karena kau juga menangis. Aku tahu apa pun di dunia ini. Diwajahmu memang tak tampak ada air mata mengalir barang setetes pun. Tapi hatimu? Hatimu menangis. Dengar, kau masih belum rela melepas seseorang yang pernah ada untukmu, bukan? Orang yang pernah hadir di setiap hari-harimu, orang yang berharga untukmu. Perpisahan menjadi pilihan yang kalian berdua ambil. Seperti perjumpaan, yakinlah perpisahan pun tak ada yang abadi. Aku ingin mulai hari ini kau menjalani hari-harimu dengan gembira, dengan bahagia. Jadikan yang kemarin itu masa lalu yang indah, yang membuatmu semakin bersemangat menjalani hidup, bukan justru membuatmu kehilangan semangat hidup. Tunjukkan bahwa kau bersyukur atas nafas yang Aku berikan padamu. Semangat, kamu harus semangat. Lihat, langit pun bersedih saat kau sedih. Maka dari itu tersenyumlah. Semangat cantik :) Oh Aku lupa, kau tidak cantik, tapi kau manis. Semangat manis :) Relakanlah, Aku punya jutaan rencana yang jauh lebih baik untukmu. Yakinlah, percaya pada-Ku."

Mention Tuhan kali ini menyadarkanku. Aku harus percaya, bahwa semuanya akan indah pada waktunya.. :)

Wednesday, January 9, 2013

Pengaruh Profesi Orang Tua


Pengaruh Profesi Orang Tua terhadap Masa Depan Anak

Menjadi seorang mahasiswa adalah sebuah pilihan, menjadi ‘seseorang’ di masa depan pun suatu pilihan. Sukses tidaknya kita memang tidak lepas dari campur tangan orang tua. Profesi  orang tua kadang memberi inspirasi kepada kita untuk terjun di bidang yang sama. Namun saat ini tidak sedikit anak muda memilih jurusan yang jauh bertentangan dengan pilihan orang tua. Kekhawatiran orang tua akan pilihan anaknya lumrah terjadi, karena tidak ada orang tua yang ingin anaknya gagal dalam berkarier. Tapi anak pasti memiliki alasan mengapa ia ingin berkecimpung dalam dunia yang dipilihnya.

Potensi dan minat yang besar seharusnya menjadi dasar utama anak memilih suatu jurusan, bukan gengsi apalagi atas dasar kehendak orang tua. Karena inisiatif dan kreativitas seseorang di dunia yang ditekuninya akan tumbuh seiring pertambahan usia dan pengalaman yang diperoleh. Maka tidak benar jika orang tua bersifat otoriter terhadap pilihan anak, berarti sama saja membunuh kreativitas si anak. Pilihan boleh berbeda, tapi orang tua harus bisa menghargai pilihan anak, bukan mengekang tapi justru membimbing dan meyakinkan bahwa pilihan kita adalah pilihan yang terbaik. Dan jangan lupa untuk tetap berkomitmen dan bertanggung jawab atas pilihan yang telah kita pilih.


Tatik Triyanita, Jurusan Sains Informasi Geografi dan Pengembangan Wilayah, Universitas Gadjah Mada
--Kompas Kampus ( 11/12)--

untuk pemuda


Dhani, apa kabar Indonesia kini?
Sudah lama saya tidak mendengar tanah kelahiran saya.
Siapa Presiden kita kali ini Dhan? Militer lagi ataukah sudah teknokrat? Aku ingin suatu saat Indonesia dipimpin oleh Filsuf atau Budayawan. Biar ia bijak,atau setidaknya ia mungkin bisa berpikir secara lebih baik,bukan lagi tentang untung rugi,tapi baik buruk. Dulu ada Buya Hamka, orang hebat dan baik ia Dhan. Berani dia kritik Soekarno, kudengar ia sahabat Hatta.


Dhani masihkah kau suka membaca? Aku ada buku bagus,buku lama tapi semoga kau suka. Dr. Zhivago judulnya,Pasternak yang menulis. Boris Pasternak,ah si manusia itu yang sampai akhir hayatnya menolak berkompromi dengan sesama manusia,sampai saat ini tak sempat aku menulis tentangnya Dhan.

Kapan-kapan kau tulis tentangnya, nanti kubaca. Jangan pacaran terus. Ya aku tahu, kau sedang dekat dengan seorang gadis Padang. Kawanmu Rasul bercerita, dia tiba lebih dahulu di sini sebelum Gus Dur. Aktifiskah dia Dhan? Katanya dia aktif di LPM Keadilan. UII Jogja, anak sebaik dan secemerlang itu. Sayang sekali, kenapa pemuda hebat selalu cepat kesini. Sedangkan para pemabuk dan penggila pesta selalu berhayat panjang.


Tapi yah, beruntunglah mereka yang mati muda,dan yang tak pernah dilahirkan.


Masihkah kau jadi anggota Tegalboto? Nama yang aneh Brick Field? Hahaha jangan marah Dhan, apapun namanya jika dia berguna tak apalah. What is a name kata Shakespeare. Sebagai wartawan kau musti tahu tugas pers. Jangan kau ikuti kata Presiden Soekarno yang pernah bilang bahwa tugas pers itu adalah meninabobokan rakyat.


Bukan Dhan. Tugas pers bukan begitu melainkan menggambarkan kebenaran pada pembaca. Kalau pemberitaan itu merugikan kelompok tertentu maka berita itu harus disiarkan. Kita sering dininabobokan bahwa produksi padi naik, produksi kain maju, kemiskinan berkurang, gerombolan penjahat dikalahkan dan seterusnya.


Beginilah gambaran kemerdekaan pers di Indonesia : Potonglah kaki dan tangan seseorang lalu masukkan dia di tempat berukuran 2x3 meter dan berilah kebebasan padanya. Inilah kebebabasan pers di Indonesia. Hahahaha.


Akhir-akhir ini saya selalu berpikir, apa gunanya semua yang saya lakukan dulu. Saya menulis, melakukan kritik kepada banyak orang yang saya anggap tidak benar dan yang sejenisnya lagi. 


Makin lama, makin banyak musuh saya dan makin sedikit orang yang mengerti saya. Dan kritik-kritik saya tidak mengubah keadaan. Saya ingin menolong rakyat kecil yang tertindas, tetapi kalau keadaan tidak berubah, apa gunanya kritik-kritik saya? Saya bukan Ubermensh Dhan. Waktu itu, kadang saya lelah bergulat dengan pemikiran saya sendiri.


Saya lelah memikirkan tentang rakyat, bangsa dan kemanusiaan. Tapi apapun yang terjadi saya menolak untuk berkompromi dengan penindasan. Lebih baik mati diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan. 


Dan sekarang makin saya geli melihat kawan-kawanmu, generasi mahasiswa kala ini sedang galau. Sibuk mencari eksistensinya sendiri. Kulihat kau pun demikian, lebih sering update status Facebook daripada memperbaiki ibadahmu.


Saya ingin melihat mahasiswa-mahasiswa, jika sekiranya dia mengambil keputusan yang mempunyai arti politis, walau bagaimana kecilnya, selalu didasarkan atas prinsip-prinsip yang dewasa. 

Mereka yang berani menyatakan benar sebagai kebenaran,dan salah sebagai kesalahan. Kau tak percaya? Lihat saja demonstrasi mahasiswa saat ini, norak, anarkis dan kampungan! Dulu aku benci sekali dengan mahasiswa oportunis yang sok-sokan menjadi bagian dari sebuah sistem parlemen.


Sistem itu busuk Dhan, tetapi melihat mahasiswa demonstrasi dengan membawa batu, parang, kayu dan bensin. Juga bom molotov? Mereka itu sebenarnya mau menjalankan demokrasi atau sekedar sok jagoan?


Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas, teman seideologi dan lain-lain.


Setiap tahun datang adik-adik kita datang dari sekolah menengah. Mereka akan jadi korban-korban baru untuk ditipu oleh tokoh-tokoh mahasiswa semacam itu tadi. Busuk bukan? Ya,yah aku ingat kau dulu pernah bercerita tentang kawan-kawanmu dari organisasi ekstra yang kau bilang busuk itu. Tapi kita tetap harus adil Dhan. Seorang intelektual harus adil sejak dalam pikiran dan perbuatan.


Lama dia tak baca lagi tulisanmu, mandul kau katanya? Ayo menulis Dhan, ajak temanmu sekalian. Jangan mau jadi renik dalam sejarah yang hanya numpang kuliah tanpa bisa memberi jejak dalam sejarah.

Sejarah dunia adalah sejarah pemerasan. Apakah tanpa pemerasan sejarah tidak ada? Apakah tanpa kesedihan, tanpa pengkhianatan, sejarah tidak akan lahir? Bagiku perjuangan harus tetap ada. Usaha penghapusan terhadap kedegilan, terhadap pengkhianatan, terhadap segala-segala yang non humanis harus terus dilakukan.


Sudahkah kau lulus Dhan? Jangan lulus dulu, tuntaskan dulu tanggung jawabmu sebagai intelektual, bukan aku menyuruhmu malas. Tapi sesuaikan dengan tanggung jawabmu sebagai Agent of Enlighment. Bidang seorang sarjana adalah berpikir dan mencipta yang baru. Mereka harus bisa bebas disegala arus masyarakat yang kacau, seharusnya mereka bisa berpikir tenang karena predikat kesarjanaannya. Lalu hiduplah dengan keyakinan teguh.


Karena kau tahu, saya tak mau jadi pohon bambu. Saya mau jadi pohon oak yang berani menentang angin. Karena saya tak mau diam melihat penindasan. Dan saya lebih tak suka melihat orang-orang munafik. 

Kita seolah-olah merayakan demokrasi, tetapi memotong lidah orang-orang yang berani menyatakan pendapat mereka yang merugikan pemerintah.


Kau tentu ingat puisiku Dhan, Puisi yang kubuat saat sedang galau. Yah pasti kau lupa, tak suka aku dengan tabiatmu ini. Baiklah kutulis ulang untukmu Dhan.


"Saya mimpi tentang sebuah dunia, di mana ulama - buruh dan pemuda, bangkit dan berkata - Stop semua kemunafikan, Stop semua pembunuhan atas nama apa pun. Dan para politisi di PBB, sibuk mengatur pengangkutan gandum, susu dan beras, buat anak-anak yang lapar di tiga benua. Dan lupa akan diplomasi. Tak ada lagi rasa benci pada siapa pun, agama apa pun, ras apa pun dan bangsa apa pun. Dan melupakan perang dan kebencian. Dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik. Tuhan – Saya mimpi tentang dunia tadi, Yang tak pernah akan datang."


Hadapilah cita² ini Dhan, karena buat apa menghindar? Cepat atau lambat, suka atau tidak, perubahan hanya soal waktu. Semua boleh berubah, semua boleh baru, tetapi satu yang harus dipegang : kepercayaan. Karena kehidupan sekarang benar-benar membosankan saya. Saya merasa seperti monyet tua yang dikurung di kebun binatang dan tidak punya kerja lagi.


Saya ingin merasakan kehidupan kasar dan keras diusap oleh angin dingin seperti pisau, atau berjalan memotong hutan dan mandi di sungai kecil, orang-orang seperti kita ini tidak pantas mati di tempat tidur. Bergeraklah Dhan, tubuhmu terlalu gemuk, terlalu banyak makan junkfood. Jangan kau bilang peduli rakyat, jika makanmu masih seperti priyayi. Bergeraklah Dhan, ayo didik masyarakatmu dengan kata-kata dan buku.

Suatu gerakan hanya mungkin berhasil bila dasar-dasar dari gerakan tersebut mempunyai akar-akarnya di bumi tempat ia tumbuh. Ide yang jatuh dari langit tidak mungkin subur tumbuhnya, hanya ide yang berakar ke bumi yang mungkin tumbuh dengan baik. Berakar menghujam seperti beringin.


Maka jika kau lihat mengapa Orde Baru kuat mengakar, ya mungkin karena lambang partainya adalah beringin. Akan lain cerita jika lambangnya adalah pohon toge. Atau pohon kedondong.


Kalau kau tak sanggup menjadi beringin yang tegak dipuncak bukit, maka jadilah saja belukar. Tapi belukar terbaik yang tumbuh ditepi danau. Kalau kau tak sanggup menjadi belukar, jadilah saja rumput. Tapi rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan. 


Tidak semua harus jadi kapten, atau Jenderal. Tentu harus ada awak kapalnya agar kapal tetap bisa berlayar. Karena bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu. Tetapi jadilah saja dirimu, sebaik-baiknya dirimu sendiri.


Dhan, aku mau kau dan generasimu mengerti. Bahwa pendidikan adalah satu-satunya alat menuju kondisi yang lebih baik. Ayo bangkit Dhan, jangan malas, jangan hanya bisa nonton sinetron. Tak malu kau pada kami? Jadilah hebat karena kau peduli dan jujur. Tak perlu dengan agitasi turun ke Jalan. 


Jangan diam Dhan, diam hanya macam orang kejam. Karena diam dan kasihan adalah laknat kutukan pada hati manusia. Ingatlah Dhan, apatisme lahir karena dua hal, kau terlalu bodoh untuk berpikir atau terlalu egois untuk peduli.


Kutunggu kau untuk jadi martir zaman ini.



Sahabatmu,

Gie 



Mengenang Soe Hok Gie, lahir di Jakarta 17 Desember 1942 dan mati di Puncak Semeru 16 Desember 1969


Source: : http://www.facebook.com/groups/SMANegeri2Purwokerto/permalink/10151172997352374/

fakultas paling kece seantero jagat perkuliahan :)


FAKULTAS GEOGRAFI
UNIVERSITAS GADJAH MADA


kampus paling kece nih ;)

1. Geografi dan Ilmu Lingkungan

Keunggulan:
Lulusan program studi ini mampu membuat analisis dan interpretasi
geografi. Membuat peta citra diagram dengan teknologi mutakhir,
melakukan survey sosial untuk pengumpulan dan analisis informasi geografi
manusia, melakukan analisis data spasial dan ruangan dengan penginderaan
jauh, Sistem Informasi Geografi (SIG), dan pemodelan matematik.

Prospek Karir:
Lulusan program studi ini bekerja di Bakorsurtanal, Bappeda, Bapedal,
BPPT, Ditjen Bangda, BKKBN, LIPI, LAPAN, dan di departemendepartemen
(Pertambangan, Transmigrasi, Kehutanan, dan Keuangan).


2. Kartografi dan Penginderaan Jauh

Keunggulan:
Lulusan program studi ini mampu menganalisis peta dan interpretasi citra
penginderaan jauh, serta penyajiannya sebagai peta tematik yang
komunikatif, analisis medan untuk kajian kewilayahan dan pembangunan
regional, penerapan teknik analisis citra dan peta, serta pengolahan
informasi spasial secara terpadu dengan dukungan teknologi sistem
informasi geografi (SIG).

Prospek Karir:
Lulusan program studi ini dapat bekerja di Bappeda, Dinas PU, Kehutanan,
Kantor Pertanahan, sektor swasta, dan lembaga-lembaga penelitian.



3. Pembangunan Wilayah
(yang ini prodi paling kece) :)

Keunggulan:
Lulusan program studi ini mampu mengkaji karakteristik sumber daya
wilayah, yang dilakukan antara lain dengan metode analisis geografis dan
teknik-teknik perencanaan, serta aplikasi SIG. Lulusan juga memahami
dimensi manusia, dimensi alam, ilmu wilayah, teknik perencanan pengembangan
wilayah, analisis kewilayahan dan tata ruang, pengembangan sumber
daya alam dan lingkungan, dan manajemen proyek pembangunan.

Prospek Karir:
Lulusan program studi ini memiliki peluang besar untuk bekerja di
Bappeda, Departemen Kimpraswil, Departemen Tenaga Kerja dan
Transmigrasi, Departemen Kehutanan, Departemen Dalam Negeri,
Direktorat Pembangunan Masyarakat Desa, BPN, BPPT, Bakorsurtanal,
LIPI, atau pada dinas-dinas sektoral/teknis di tingkat daerah. Karir di sektor
swasta juga terbuka lebar, misalnya perusahaan pemetaan, konsultan
pembangunan, dan pengelola kawasan industri.

Alamat:
Sekip Utara, Jln. Kaliurang, Bulaksumur, Yogyakarta 55281
Telp.(0274) 6492340,Fax.: (0274) 589595
E-mail: geografi@ugm.ac.id
Website: http://geo.ugm.ac.id/