Aku masih menyisakan sebentuk
hatiku untuknya, orang yang benar-benar sanggup ada di dekatku, sanggup
memberikan hati yang utuh tak terbagi hanya untukku..
Untuk dia, dia yang selalu ada
untukku. Dia yang mencintaiku dengan seutuh hati yang ia miliki, aku
merindukannya. Iya, dia..
Seandainya dia mendengar lirih
suara hati ini, “aku merindukanmu. Maafkan aku yang tak lagi mencintaimu dengan
seutuh hati seperti kau mencintaiku.”
Tapi aku mencoba, dengan sebentuk
hati ini, dengan sisa hati ini, aku mencintainya, hingga habis tak lagi
bersisa.
Untuk dia yang sudah menjaga
hatiku, terimakasih..
Aku mengenalnya, dia yang mencintaiku dengan seutuh dan setulus hati, terimakasih, semoga tetap begini, tetap seutuh kemarin.
“Kamu, yang bayangnya mulai memudar dari pandangan, aku mencoba, selalu mencoba, kemarin, hari ini, esok, lusa, dan hingga waktu tak terhingga, mencoba tetap mencintaimu, menyayangimu, menjagamu, dan tak pernah melupakanmu, dengan sebentuk kecil sisa hatiku, untukmu. Iya, untukmu..”
No comments:
Post a Comment