Wednesday, January 16, 2013

Surat Rindu di Batas Senja

Senja, aku merindukannya..


Aku masih menyisakan sebentuk hatiku untuknya, orang yang benar-benar sanggup ada di dekatku, sanggup memberikan hati yang utuh tak terbagi hanya untukku..

Untuk dia, dia yang selalu ada untukku. Dia yang mencintaiku dengan seutuh hati yang ia miliki, aku merindukannya. Iya, dia..

Seandainya dia mendengar lirih suara hati ini, “aku merindukanmu. Maafkan aku yang tak lagi mencintaimu dengan seutuh hati seperti kau mencintaiku.”

Tapi aku mencoba, dengan sebentuk hati ini, dengan sisa hati ini, aku mencintainya, hingga habis tak lagi bersisa.

Untuk dia yang sudah menjaga hatiku, terimakasih..

Aku mengenalnya, dia yang mencintaiku dengan seutuh dan setulus hati, terimakasih, semoga tetap begini, tetap seutuh kemarin.

“Kamu, yang bayangnya mulai memudar dari pandangan, aku mencoba, selalu mencoba, kemarin, hari ini, esok, lusa, dan hingga waktu tak terhingga, mencoba tetap mencintaimu, menyayangimu, menjagamu, dan tak pernah melupakanmu, dengan sebentuk kecil sisa hatiku, untukmu. Iya, untukmu..”

No comments:

Post a Comment