Saturday, June 8, 2013

aku tau antara kamuaku ada rindu. aku tau itu. tapi kau tak cukup nyali katakan itu. aku tau antara kamuaku ada cinta, tapi kau juga masih tak cukup nyali untuk menyatakannya.
 sampai kapan akukamu dan kamuaku ada, tapi tanpa ada kata penghubungnya?

 image


aku bukan bookaholic atau book-worm gitu. baru ini lagi pengin baca buku. diliat dr cover udah lumayan tertarik, simple but eye-catching. dan ini belum dibaca isinya, baru liat2 cuap cuapnya mereka yg udah baca ini buku udah dapet motivasi deh.

                         

“meraih mimpi memang tak mudah, diawali dari merangkak hingga berlari, mulailah lebih awal maka akan kau dapatkan sukses lebih awal, tapi bukan asal2an, melainkan dgn tetap berbekal keterampilan. Berani terima resiko itu salah satu kunci keberhasilan, tapi kita harus kritis, resiko apa yg positif untuk kemajuan kita. Kita masih muda, kreatif, dan harus berani beda, mereka yang sukses sebagian karena memiliki hal itu. Sepak terjang lebih baik dimulai sejak dini, dimana saat orang2 antri menjadi pengikut, kalian jadilah pemimpin, kalian masih muda dengan ide2 segar kalian. Jangan sampai menyesal di kemudian,  dengan menyesali ‘seandainya waktu bisa diputar, pasti akan lebih banyak yang bisa aku raih.’ Yang terpenting bagi mahasiswa, smart bukan urusan IPK bagus, tapi tahu betul pilihan yang terbaik untuk masa depan dengan menggali apa yg menjadi potensinya. Sukses diluar kampus tidak cukup dg impian, IP, dan gelar, tapi persiapan yang matanglah penentu keberhasilan kita. Sukses juga bukan ikut trend atau kata orang, tapi ikuti kata hati. Karena passion adalah bara api yang layak dieksplorasi, entah itu hobi atau keingintahuan, tapi justru itu kunci hidup agar lebih bermakna.”


Hujan mungkin pernah membatalkan beberapa pertemuan.
Namun hujan juga pernah membuat dia yang hendak beranjak,
tinggal lebih lama di sisimu

- Tia Setiawati Priatna
“kita pandang daun bermunculan
kita pandang bunga berguguran
kita diam: berpandangan”

— Sapardi Djoko Damono
“siapa lagi kalau bukan kamu. ya, kamu. kamu yang mungkin memang tak akan pernah mudah kupahami inginnya. bahkan jika harus berhenti sekarang pun aku terima.”