Monday, May 6, 2013

"pagi ini, masih ditemani hangat mentari dan sekawanan rindu yang antri berjejal di sudut hati. riuh, mereka minta sang tuan cepat kembali."

Sunday, May 5, 2013

sastra terasa sangat mampu mewakili perasaan, terutama disaat seperti ini. rindu, iya rindu. ada kumpulan larik sastra #berbururindu dari@indonesiasastra

Kita telah lama keliru, menganggap gemuruh itu hanya angin semata, ternyata rindu.
 Bintang begitu banyak tapi rindu hanya ingin satu. kamu.
 Rindu adalah anak panah dan lenganku busurnya. Pelukmu adalah kijang yang menjadi mangsa.
 Mata yg indah bukanlah milik para kekasih, tapi milik mereka yh hatinya dipenuhi kasih tulus memberi tanpa meminta.
“bintang dan kunang-kunang sinarnya mulai remang-remang, tapi rinduku masih utuh di batas waktu.”
“Kiriman hatiku semalam apa sudah diterima? Semalam ku taruh di bawah pintu dekat jendela. Gmorning :)”
aku berencana mengantar sebentuk hati tepat di depan pintu yang kau bilang selalu terbuka untukku, tapi setelah sampai, ternyata harus aku ketuk, setelah terbuka, wahaha kamu sedang terima kiriman cinta dari yang lain :D
ini apa?

"antara D dan H"

(ya meskipun seandainya bukan itu yang dia maksud, aku pengen menginterpretasikan kek gitu haha)

lebih baik diantaranya ada "cinta", daripada ada "aku" kan?

kalian itu sama2 suka lagi, pernah suka, dan mungkin sekarang juga masih ada rasa. tapi kenapa ga sama2 saling menghubungkan rasa?

setia memang susah men, sampai sekarang pun aku masih ragu, bahwa setia itu hanya sandiwara atau memang ada. entahlah.

tapi satu yang pasti setia, rainbow fair selalu setia uyee, 24 jam non stop apotek aja kalah :')
sore ini, aku dapat satu hal yang cukup menarik.
setia itu hanya sandiwara atau memang ada ya?
“katanya mentari sudah siap membuka hari, katanya bintang dan kunang-kunang sinarnya sudah remang-remang.
oh, iya ini sudah ganti hari. yah, kamu lupa lagi kalau ada janji.”

lama-lama aku bosan bicara janji.
lain kali tak usah buat janji jika tak ada usaha untuk menepati.
lupa memang manusiawi, tapi kalau dipakai berkali-kali ?

apa bisa diterima hati?



aku lupa kalau kau sering lupa janji, aku lupa kalau sampai saat ini kau tak punya nyali.
entahlah.
meski Mei ku dibuka dengan tema “kau lupa janji dan masih tak punya nyali”, semoga Mei ku seindah bunga-bunga ini.


_Rabu dini hari 1 Mei 2013
“setiap pergantian detik menuju menit, berganti jam, hingga tersapu hari dan tersibaklah bulan baru. masih harum, harapan ini masih harum. masih cerah, wajah ini masih cerah. manis, semoga bibir ini selalu bisa tersenyum manis.”


1 Mei 2013
senja bilang dia lelah, biar berganti shift dengan kunang-kunang dan bintang.

senja bilang dia titip salam buat bintang, katanya jangan pernah merasa sendiri diantara jutaan lainnya.

senja juga bilang biar aku jangan merasa sendiri.

senja bilang masih ada sebongkah hati yang sanggup menemaniku, meski seringkali harus terbagi.

senja bilang jika bongkahan itu sedang membagi hati pada pasang yang lain, aku suruh tetap menikmati malam hingga ditenggelamkan fajar.

senja bilang, “kamu masih punya bintang dan kunang-kunang, kan?”
“iya benar, duniamu akan tetap sama jika kamu tetap berdiri di titik yang sama.
bangun, tumbuh, dan mulailah perjuanganmu.
rasakan, terjemahkan tiap pengalaman yang akan jadi guru terbaik dalam hidupmu.

buat semuanya lebih baik, bergeraklah :)”
karena rindu tak pernah salah kan?

disaat aku benar-benar dirajai rasa rindu seperti ini. siapa, atau apa yang salah?

apakah aku harus mengatakan bahwa waktu yang salah? mengapa harus membuatku terlalu lama jauh darimu? membuatku tenggelam dalam derasnya debit kerinduan yang kian menguat?

ataukah aku harus menyalahkan jarak? mengapa harus memisahkanku terlalu jauh? sehingga untuk sekedar menghirup bau mu pun rasanya tak bisa? membuatku tak melihat lagi bayangmu yang kini kian samar, menjauh, dan hilang dari pandangan?


atau, aku harus menyalahkan kamu? yang sudah menciptakan rasa rindu ini, membuatku ingin selalu ada di dekatmu? mungkin.