Sunday, January 13, 2013

Mention dengan Tuhan

Pagi ini aku baru saja bangun dari petualangan semalam. Sungguh aku belum rela meninggalkan kasurku yang empuk itu, tapi ku cium bau waktu sudah siang. Langsung ku buka jendela. Oh, apa yang kulihat, aku melihat dia pagi ini dengan raut wajah yang rupawan, sungguh. Oh Tuhan, senyumnya maniiisss sekali, sungguh semua orang pasti setuju jika pagi ini ia tampan sekali. Ya Tuhan, aku sudah dibuat terpesona oleh-Mu karena ciptaan-Mu yang amat sangat begitu sungguh tampan sekali. Aku suka sekali dia di pagi ini.

Pagi berganti siang. Kulihat kembali wajahnya dari balik jendela, dia masih manis, masih rupawan. Aku mengaguminya saat dia seperti ini. Aku tak ingin beranjak dari balik jendela rasanya. Bagaimana beranjak? Sekedar mengedipkan mata pun aku tak mau. Aku tak mau kecolongan tiap garak-geriknya.

Pagi berganti siang, siang hilang, senja menjelang. Aku lihat lagi dia dari balik jendela. Oh tapi apa yang aku lihat? Dia kini menangis, menangis hingga sesenggukan.  Air matanya mengalir deras, sungguh, deras sekali. Emosinya semakin tak terkendali, semua orang kini melihatnya dengan perasaan takut. Orang-orang berdoa agar dia berhenti menangis, tapi dipastikan tak satupun ada yang dapat menghentikan tangisnya, ya kecuali Tuhan. Sebelumnya memang dia sudah bermuram durja, murung, tak terlihat sedikitpun goresan senyumnya yang manis itu.

Sore ini dia tak setampan pagi tadi. Aku heran, kenapa dia tiba-tiba berubah begitu drastis. Aku penasaran. Aku tanyakan via tweetdeck.com pada Tuhan, segera aku mention Tuhan : "Tuhan, kenapa dia yang tadinya begitu tampan kini berubah amat murung dan menangis hingga sesenggukan? Ada apa dengannya, Tuhan? Aku menginginkan dia(read:langit) yang rupawan seperti tadi pagi."

Tak lama kemudian, kubaca "Tuhan mentioned you : Dia menangis karena kau juga menangis. Aku tahu apa pun di dunia ini. Diwajahmu memang tak tampak ada air mata mengalir barang setetes pun. Tapi hatimu? Hatimu menangis. Dengar, kau masih belum rela melepas seseorang yang pernah ada untukmu, bukan? Orang yang pernah hadir di setiap hari-harimu, orang yang berharga untukmu. Perpisahan menjadi pilihan yang kalian berdua ambil. Seperti perjumpaan, yakinlah perpisahan pun tak ada yang abadi. Aku ingin mulai hari ini kau menjalani hari-harimu dengan gembira, dengan bahagia. Jadikan yang kemarin itu masa lalu yang indah, yang membuatmu semakin bersemangat menjalani hidup, bukan justru membuatmu kehilangan semangat hidup. Tunjukkan bahwa kau bersyukur atas nafas yang Aku berikan padamu. Semangat, kamu harus semangat. Lihat, langit pun bersedih saat kau sedih. Maka dari itu tersenyumlah. Semangat cantik :) Oh Aku lupa, kau tidak cantik, tapi kau manis. Semangat manis :) Relakanlah, Aku punya jutaan rencana yang jauh lebih baik untukmu. Yakinlah, percaya pada-Ku."

Mention Tuhan kali ini menyadarkanku. Aku harus percaya, bahwa semuanya akan indah pada waktunya.. :)

No comments:

Post a Comment