Pagi berganti siang. Kulihat kembali
wajahnya dari balik jendela, dia masih manis, masih rupawan. Aku mengaguminya
saat dia seperti ini. Aku tak ingin beranjak dari balik jendela rasanya.
Bagaimana beranjak? Sekedar mengedipkan mata pun aku tak mau. Aku tak mau
kecolongan tiap garak-geriknya.
Pagi berganti siang, siang hilang, senja
menjelang. Aku lihat lagi dia dari balik jendela. Oh tapi apa yang aku lihat?
Dia kini menangis, menangis hingga sesenggukan. Air matanya mengalir
deras, sungguh, deras sekali. Emosinya semakin tak terkendali, semua orang kini
melihatnya dengan perasaan takut. Orang-orang berdoa agar dia berhenti
menangis, tapi dipastikan tak satupun ada yang dapat menghentikan tangisnya, ya
kecuali Tuhan. Sebelumnya memang dia sudah bermuram durja, murung, tak terlihat
sedikitpun goresan senyumnya yang manis itu.
Sore ini dia tak setampan pagi tadi. Aku
heran, kenapa dia tiba-tiba berubah begitu drastis. Aku penasaran. Aku tanyakan
via tweetdeck.com pada Tuhan, segera aku mention Tuhan : "Tuhan, kenapa dia yang tadinya begitu
tampan kini berubah amat murung dan menangis hingga sesenggukan? Ada apa
dengannya, Tuhan? Aku menginginkan dia(read:langit) yang rupawan seperti tadi
pagi."
Tak lama kemudian, kubaca "Tuhan
mentioned you : Dia menangis karena kau juga menangis. Aku tahu apa pun di
dunia ini. Diwajahmu memang tak tampak ada air mata mengalir barang setetes
pun. Tapi hatimu? Hatimu menangis. Dengar, kau masih belum rela melepas
seseorang yang pernah ada untukmu, bukan? Orang yang pernah hadir di setiap
hari-harimu, orang yang berharga untukmu. Perpisahan menjadi pilihan yang
kalian berdua ambil. Seperti perjumpaan, yakinlah perpisahan pun tak ada yang
abadi. Aku ingin mulai hari ini kau menjalani hari-harimu dengan gembira,
dengan bahagia. Jadikan yang kemarin itu masa lalu yang indah, yang membuatmu
semakin bersemangat menjalani hidup, bukan justru membuatmu kehilangan
semangat hidup. Tunjukkan bahwa kau bersyukur atas nafas yang Aku berikan
padamu. Semangat, kamu harus semangat. Lihat, langit pun bersedih saat kau sedih.
Maka dari itu tersenyumlah. Semangat cantik :) Oh Aku lupa, kau tidak cantik,
tapi kau manis. Semangat manis :) Relakanlah, Aku punya jutaan rencana yang
jauh lebih baik untukmu. Yakinlah, percaya pada-Ku."
Mention Tuhan kali ini menyadarkanku. Aku harus percaya, bahwa semuanya akan indah pada waktunya.. :)
Mention Tuhan kali ini menyadarkanku. Aku harus percaya, bahwa semuanya akan indah pada waktunya.. :)
No comments:
Post a Comment