Wednesday, January 16, 2013

Kisah Inspirasional 3

“Cangkir Yang Cantik”


Sepasang suami istri pergi berbelanja ke sebuah toko souvenir. Sesampainya di toko souvenir, mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. “Lihat cangkir itu, benar-benar cantik”, kata si istri kepada suaminya. “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat”, ujar suami.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba saja cangkir itu berbicara,
“Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidaklah cantik. Sebelum aku menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu ketika ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.

Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop! Stop! Aku berteriak, tetapi orang itu berkata “Belum!!!”. Lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop! Teriakku lagi, tetapi orang itu masih saja meninjuku tanpa menghiraukan teriakkanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas! Panas! Teriakku dengan keras. Stop! Stop! Cukup! Teriakku lagi. Namun teriakkanku sia-sia adanya.

Akhirnya ia mengangkatku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku, asapnya begitu memualkan. Stop! Stop! Aku berteriak. Wanita itu berkata “Belum!!!”.

Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria, dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya. Tolong! Hentikan penyiksaan ini! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tetapi orang ini tidak peduli dengan teriakkanku. Ia terus membakarku. Setelah puas menyiksaku, kini aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku, membawaku, dan meletakkanku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena dihadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala aku melihat diriku sendiri yang menjadi begitu cantik dan indah.

“Dalam kehidupan ini, adakalanya kita seperti disuruh berlari, adakalanya kita seperti digencet permasalahan kehidupan. Tetapi sadarlah bahwa itu merupakan cara Tuhan untuk membuat kita kuat. Hingga cita-cita kita bisa tercapai. Memang pada saat itu tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, tekanan bathin, dan berlinang air mata. Akan tetapi, inilah satu-satunya cara untuk mengubah kita agar menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan.”

“Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan jikalau kamu jatuh ke dalam berbagai macam cobaan. Ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan. Biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang agar kamu menjadi sempurna dan utuh serta tak kekurangan suatu apapun.”

“Catatan Strawberry”

No comments:

Post a Comment