Tuesday, February 26, 2013


KESENJANGAN SOSIAL


Kesenjangan sosial adalah suatu keadaan ketidak seimbangan sosial pada  masyarakat, yang menimbulkan suatu perbedaan mencolok. Terkadang, penyebab dari kesenjangan sosial tersebut adalah strata atau kedudukan, seperti kaya-miskin, pintar-bodoh, dsb.
Pada dasarnya, kesenjangan sosial terjadi karena beberapa faktor. Namun faktor yang paling berpengaruh adalah adanya perbedaan kemampuan atau pendapatan. Biasanya masyarakat yang memiliki kemampuan dan pendapatan yang lebih, akan memiliki status sosial yang tinggi dan mendapat perlakuan yang berbeda pula daripada mereka yang tingkat pendapatannya lebih rendah. Perilaku inilah yang menyebabkan terjadinya kesenjangan sosial.

Bagaimanakah kesenjangan sosial dapat terjadi? Apa  penyebabnya? Kesenjangan sosial muncul bukan tanpa sebab, kita saat ini dihadapkan pada beberapa persoalan yang menjadi beban sosial yang berat. Masalah tersebut, diantaranya :

  1. Kemiskinan. Kemiskinan adalah tidak terpenuhinya kebutuhan dasar manusia seperti pangan, sandang, perumahan, pendidikan, kesehatan, dan interaksi sosial. Kemiskinan menjadi fenomena sosial yang menuntut perhatian serius dari semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Faktor-faktor penyebab terjadinya kemiskinan: faktor internal, yaitu adanya ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, ketidak mampuan dalam menampilkan peranan sosial dan ketidak mampuan dalam mengatasi masalah-masalah sosial yang dihadapinya. Dan faktor eksternal, yaitu adanya kebijakan publik yang belum berpihak kepada penduduk miskin, tidak tersedianya pelayanan sosial dasar, terbatasnya lapangan pekerjaan, belum terciptanya sistim ekonomi kerakyatan, dll.
  2. sempitnya lapangan pekerjaan. Sempitnya lapangan kerja bila dikatakan sebagai salah satu penyebab yang turut andil sebagai penyumbang kemiskinan. Lapangan pekerjaan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perekonomian masyarakat, sedangan perekonomian menjadi faktor terjadinya kesenjangan sosial. Sempitnya lapangan pekerjaan di Indonesia menjadikan pengangguran yang sangat besar di Indonesia, terutama di wilayah metropolitan Jakarta.
  3. keterlantaran. Kita semua sependapat bahwa anak merupakan asset dan generasi penerus bangsa yang perlu ditingkatkan kualitasnya agar mampu bersaing dalam era globalisasi. Cukup banyak anak-anak yang mengalami keterlantaran karena ketidak mampuan orang tua untuk memenuhi kewajibannya atau memang mereka melalaikan kewajiban sebagaimana mestinya, sehingga kebutuhan dan hak anak tidak dapat terpenuhi secara wajar baik jasmani, rohani maupun sosial. Kompleksitas permasalahan ini semakin bertambah, padahal, keberhasilan pembangunan tercermin antara lain dengan semakin meningkatnya jumlah lanjut usia didalam struktur kependudukan. Fakta ini akan sangat berdampak pada tuntutan peningkatan kesejahteraan keluarga. Masalah yang harus dihadapi pemerintah adalah bagaimana meningkatkan pelayanan sosial bagi para lanjut usia agar mereka dapat hidup bahagia dalam suasana aman dan tenteram yang tentu saja melalui usaha pelembagaan para lanjut usia.
  4. keterpencilan / ketertinggalan. Selain masalah kesejahteraan sosial yang terkait dengan kemiskinan, ada pula masalah isolasi alam yaitu keterpencilan dan keterasingan yang berakibat pada ketertinggalan yang dialami oleh sekitar banyak komunitas  Adat Terpencil . Kenyataan menunjukkan bahwa dalam kehidupan masyarakat Indonesia masih terdapat kelompok-kelompok masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau oleh proses pelayanan pembangunan baik karena isolasi alam maupun isolasi sosial budaya. Dengan demikian, mereka belum atau kurang mendapatkan akses pelayanan sosial dasar. Keadaan ini dapat menghambat proses pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju ke arah tercapainya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Masalah keterpencilan dan ketertinggalan yang selama ini hanya dikaitkan dengan soal kemiskinan; dalam arus perubahan yang cepat, telah menjadi masalah kompleks. Ketertinggalan dan keterpencilan berjalan seiring dengan masalah yang terkait HAM, Lingkungan, Integrasi Sosial, dan berbagai kerentanan terhadap eksploitasi dan perlakuan salah.

Kesimpulan
Kesenjangan adalah persoalan kompleks yang harus dihadapi dan dipecahkan.
Pemecahan masalah kesenjangan harus dipelopori oleh diseluruh jajaran pemerintah  dan partisipasi seluruh masyarakat.  Partispasi sangat penting karena pada akhirnya yang menentukan berhasil tidaknya mengatasi kesenjangan  adalah masyarakat sebagai subyek pembangunan.

Kiat untuk bangkit mengatasi kesenjangan harus bermula dari masyarakat yang memiliki harapan. Pemerintah kemudian mengapresiasi harapan itu dengan menyediakan sarana dan prasana.  Pemberian beasiswa penuh kepada anak-anak miskin merupakan kiat untuk memecahkan kesenjangan pendidikan dan sosial.

Maka dari itu, penting bagi kita sebagai generasi pembaharu bangsa, bersama-sama  memerangi kesenjangan sosial sedari awal.

No comments:

Post a Comment