Sebagai
manusia apalagi makhluk global tentunya kita tidak pernah terlepas dari yang
namanya interaksi entah itu secara assosiatif yang berbentuk kerjasama,
akomodasi dan asimilasi sebagai contoh pada saat terjadinya kecelakan, di
dalamnya terdapat suatu kerjasama yang bisa kita sebut dengan kerjasama
spontan. Contoh lainnya dalam akomodasi yaitu seseorang yang melakukan
pelanggaran hukum makan akan dibawa ke dalam pengadilan (ajudikasi). Meskipun
akomodasi bentuknya bermacam-macam tetapi mempunyai tujuan yang yang sama yaitu
mengurangi pertentangan,mencegah pertentangan dan konflik, dan mendorong proses
asimilasi atau peleburan. Sedangkan interaksi yang secara disasosiatif memiliki
fungsi menyalurkan keinginan individu dan kelompok serta menempatkan orang pada
fungssi dan perannya.
Secara
langsung maupun tidak langsung (komunikasi dan kontak sosial) mengakibatkan
adanya perubahan baik positif dan negatif. Sebagai contoh adalah emansipasi.
Entah dalam arti tersirat atau tersurat saat ini emansipasi telah merajai
sebagian besar wanita global karena reta-rata pada kota maju wanita memiliki
hak yang sama dengan kaum pria dalam segi pekerjaan, pendidikan, dan memiliki
pendapat di depan hukum negara.
Kemudian
adanya globalisasi, yaitu proses terbentuknya sebuah sistem organisasi dan
komunikasi antara masyarakat dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah yang sama.
Tetapi bagi negara-negara miskin. Globalisasi justru akan menuju arah
westernisasi yaitu meniru gaya hidup orang barat tanpa adanya reserve,
sekularisme yaitu paham yang terlalu mengatasnamakan suatu secara rasional, dan
yang paling parah adalah budaya konsumerisme. Secara tidak langsung dampak
perubahan sosial akan menuju pada culture
lag dan culture shock.
Di
satu sisi globalisasi dan modernisasi menyediakan banyak harapan, tetapi
disadari atau tidak di sisi lain globalisasi memilii ancaman yang besar
terhadap eksistensi jatidiri dan kebudayaan. Menurut E.B Taylor kebudayaan
adalah keseluruhan yang kompleks yang terdiri dari pengetahuan, kepercayaan,
moral, hukum, adat, kemampuan lain dan kebiasaan yang akan dicapai individu.
Sedangkan budaya itu sendiri terdapat budaya konsep yaitu budaya sebagai ilmu
alam, budaya ssebagai bentuk cultivation yaitu terdapatnya semacam kelas-kelas
sosial, budaya dalam perkembangan sosial contohnya adalanya suatu teknologi
dari yang sederhana menuju rumit, budaya makna,
dan budaya adalah suatu bagian yang menghasilkan makna. Sedangkan jati
diri adalah suatu sifat, watak, rasa, semangat, kehendak, roh, kesadaran,
kekuatan,akal, dan rasa yang terdapat di dalam jiwa manusia sebagai hasil
proses belajar tentang nilai budaya yang luas dan yang mungkain dalam perilaku
dan tindakan. Sebagai contoh adalah Indonesia, perubahan sosial berupa
globalisasi dan westernisasi membawa dampak yang mengancam keberadaan jati diri
bangsa Indonesia yang sudah melekat yaitu religius, humanis, naturalis,
terbuka, demokratis yang tidak anarkis, integrasi dan harmoni, nasionalis,
berkomitmen, jujur dan adil. Akibatnya masuknya budaya sekuler. Selain itu,
muncul juga sifat individualistik dan liberal yang mengikis humanis dan
demokratis.
Selain
itu globalisasi membawa dampak terhadap beberapa hal berikut:
(a) Dampak
kompleks yang menipiskan sifat gotong royong dan semangat sopan santun bangsa.
(b) Masuk dan berkembangnya konflik multidimensi misalnya krisis
tahun 1998.
(c) Kemajuan informasi dan tegnologi yang membuat jarak menjadi
semakin pendek.
(RUNAWAY WORLD : Bagaimana Globalisasi Merombak Kehidupan Kita)
No comments:
Post a Comment