Tuesday, February 26, 2013

Cyberspace


Perkembangan teknologi informasi telah menciptakan sebuah “ruang baru” yang telah mengalihkan berbagai aktifitas manusia dalam berbagai aspek dari dunia nyata ke dalam ruang baru tersebut yang disebut cyberspace yang bersifat artifisial dan maya. Perkembangan tersebut mengakibatkan migrasi besar-besaran manusia dari ruang nyata menuju ruang maya .
Migrasi manusia yang terjadi besar-besaran ini menimbulkan perubahan besar dalam diri manusia dalam memaknai kehidupan sehingga berbagai cara hidup dan bentuk kehidupan yang sebelumnya dilakukan secara alamiah yang kini dilakukan dengan cara baru yaitu artifisial .
Tidak hanya berbagai akifitas manusia yang dilakukan dengan cara baru , yang dan telah berlangsung semacam transformasi terminologis dan epistemologis . Pada migrasi terminologis  yang secara besar-besaran memberikan awalan cyber untuk berbagai bidang kehidupan nyata yang sekarang telah bertransformasi pada dunia maya seperti telah terjadi pembangunan besar –besaran suatu cyber city dalam dunia baru tersebut .
Dunia baru tersebut yang disebut cyberspace adalah suatu ruang imajiner dimana manusia dapat beraktifitas sosial dengan cara yang baru yaitu cara artifisial dimana cara ini mengandalkan teknologi informasi dan komunikasi .
Kesadaran manusia berupa kesadaran kognitif  yang menangkap obyek-obyek sekitar. Bila kesadaran  kognitif  tidak berlangsung manusia berada di alam bawah sadar atau ketaksadaran. Pengalaman yang dialami setiap orang dalam cyberspace berbeda-beda, tergantung objek yang ditangkap. Perbedaan tersebut tergantung kualitas yang ditagkap oleh kesadran. Objek dalam cyberspace adalah objek yang  satuan informasi di dalam sistem pencitraan komputer yang disebut dengan bit. Pengertian halusinasi di dalam konteks cyberspace harus dibedakan  dengan pengertian di dalam dunia harian. Halusinasi dalam dunia harian  merupakan kesadran akan-akan objek-objek nyata secara temporer.  Halusinasi dalam cyberspace berupa halusinasi yang diproduksi secra teknologis berupa citra-citra di dalam sistem komputer sehingga ia dapat disimpan, diperbanyak, dikopi, di kirim dan kembali di masa datang.
Perkembangan cyberspace telah mempengaruhi kehidupan sosial pada berbagai tingkatnya.  Cyberspace telah menciptakan perubahan yang mendasar. Perubahan terhadap kehidupan sosial  pada tingkat individu dan komunitas. Pada tingkat individu, cyberspace menciptakan perubahan mendasar dalam pemahaman kita tentang diri dan identitas. Kekacauan identitas mempengaruhi persepsi, pikiran, personalitas dan gaya hidup tiap orang.
Dalam cyberspace terdapat permainan identitas, yaitu identitas  baru, identitas palsu, identitas ganda, dan identitas jamak. Cyberspace dalam tingkat interaksi antar individu, membentuk jaringan dan hubungan bukan oleh materi, tetapi menjadikan saling ketergantungan dan keterhubungan secara virtual. Cyberspace pada tingkat komunitas menciptakan satu model komunitas demokratis dan terbuka yang disebut howard rheingold komunitas imaginer. Perbedaan mendasar terletak pada komunitas konvensional.
Cyberspace telah menimbulkan dunia representasi. Representasi adalah pelukisan kembali realitas yang tidak dapat dihadirkan, sehingga diperlukan model penghadiran kembali realitas lewat berbagai model bahasanya yaitu secara verbal, visual, gambar, dan citra. Dunia cyberspace adalah dunia dimana model represetasi itu tidak lagi mempunyai relasi dengan realitas. Cyberspace menciptakan sebuah relasi yang bertentangan dengan representasi. Segala sesuatu yang tidak dapat dilakukan dalm dunia nyata kini dapat dilakukan dalam dunia simulasi cyberspace, yang menjadikan orang terbebas dari hambatan dunia nyata yang dihadapi manusia.
Margaret Wertheim menjelaskan bahwa cyberspace merupakan tempat pelepasan diri dari beban kerja, tekanan jiwa, tekanan politik dan tekanan keluarga dalam masyarakat industri yang sangat menghimpit. Cyberspace merupakan sebuah ruang dimana setiap orang dapat bermain di dalam berbagai bentuk fantasi kelompok, atau drama kolektif yang bersifat virtual. Cyberspace secara cepat dapat membentuk komunitas-komunitas global lewat berbagai bentuk permainan, diskusi, tontonan, hiburan, dan tempat tiap orang dapat merealisasikan segala fantasinya.
Keaslian yang di majinasikan oleh para visioner cyberspace adalah keotentikan yang dikembangkan oleh para penganjur keaslian yang radikal yang menolak segala bentuk otoritas dan kekuasaan dalam rangka menciptakan sebuah ruang dimana orang dapat mengekspresikan dirinya secara bebas tanpa bergantung kekuasaan.

(BALAIRUNG : cyberspace dan perubahan sosial)

No comments:

Post a Comment