PEMBERDAYAAN
SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA
DI
TENGAH KRISIS GLOBAL
REVIEW
JOURNAL
Judul : Pemberdayaan Sumber Daya
Manusia Indonesia di Tengah Krisis Global
Penulis : Dra. Lelly Yulifar, M.Pd. (Dosen
Jurusan Pendidikan Sejarah FPIPS UPI)
Seperti
yang kita ketahui bersama, Indonesia adalah bangsa yang kaya akan sumber daya
alam. Dari Sabang sampai Merauke, beragam suku, adat, budaya, bahasa, dan agama
berbaur menjadi satu dalam bingkai persatuan. Namun tidak dapat dipungkiri
bahwa sumber daya alam kita yang begitu lengkap ini belum mampu kita olah dan
manfaatkan dengan sebaik mungkin, tidak lain karena kemampuan (sumber daya
manusia) kita yang belum profesional. Dengan jumlah penduduk yang banyak,
seharusnya Indonesia mampu menjadi negara yang makmur, jika sumber daya manusia
yang kita miliki memiliki skill yang handal dibidangnya, tidak hanya menang
dalam segi kuantitas, tetapi juga dari segi kualitas.
Seperti
dalam jurnal yang ditulis oleh Dosen Jurusan Pendidikan Sejarah FPIPS UPI, Dra.
Lelly Yulifar, M.Pd., bahwa di tengah berbagai permasalahan yang ada di negara
ini sebagai dampak krisis global, sudah sepantasnya dilakukan adanya
pemberdayaan sumber daya manusia dari berbagai
pihak, baik dari pemerintah sebagai regulator, lembaga pendidikan,
maupun dari perusahaan atau instansi swasta terkait agar Indonesia dapat secara
perlahan bangkit dari keterpurukan.
Berbagai
masalah yang timbul sebagai akibat dari krisis multidimensi, diantaranya
masalah pengangguran, kriminalitas, korupsi, dll. Salah satu masalah yang
terkait dengan sumber daya manusia adalah adanya pengangguran, sebagai akibat
dari sumber daya manusia yang berdaya saing rendah, belum ideal dan optimal. Semestinya
kian hari Indonesia makin berbenah, jika menengok ke sepuluh dekade terakhir
bangsa kita memiliki tenaga kerja dengan skill yang baik, sehingga mampu
meningkatkan devisa negara sekaligus memperbaiki neraca perdagangan
internasional. Meskipun faktanya pada tahun 2009 Indonesia masih menduduki
peringkat 45 dalam peringkat World Competitiveness Report. Karenanya diperlukan
kerja keras dari berbagai pihak agar sumber daya manusia kita menjadi potensi
yang riil dan memiliki daya saing.
Dimulai
dari peran lembaga penddikan bahwa selama ini masyarakat Indonesia mengenyam
bangku pendidikan secara formal dalam jangka waktu yang cukup lama. Itu pun
masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mampu merasakan pendidikan,
padahal pendidikan sangat berperan sebagai agen pembaharuan dalam berbagai
segmen kehidupan. Maka perlu dilakukan berbagai perbaikan, diantaranya dengan
meningkatkan kerja sama antara segi pendidikan dan dunia usaha agar sumber daya
manusia dari dunia pendidikan dapat terserap secara optimal.
Kemudian,
perlu diingat bahwa pada negara maju,
terdapat banyak wirausahawan handal, memiliki semangat yang tinggi, ada
kebutuhan berprestasi yang tinggi, etika bisnis yang normatif, kreatif,
inovatif dan mandiri. Sedangkan Indonesia, dengan skill yang masih rendah,
perlu diadakan diklat- diklat yang dibiayai oleh BUMN atau instansi swasta
lainnya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu,
dituntut pula adanya partisipasi aktif dari lembaga atau instansi swasta dalam
pemberdayaan sumber daya manusia.
Selanjutnya
dari pihak pemerintah sebagai regulator, berbagai upaya yang bisa dilakukan
diantaranya dengan melakukan “empowering” atau dengan memberikan wewenang
kepada masyarakat dengan konsep kemitraan yang selalu mendayagunakan aparatur
negara yang reformatif dan akomodatif, salah satunya dengan cara meningkatkan
iklim yang kondusif terhadap dunia usaha yang nantinya dapat menjadi penyumbang
terbesar pemasukan negara berupa pajak serta terciptanya penyerapan tenaga
kerja yang handal.
Setelah
berbagai pihak saling bersinergi dalam upaya pemberdayaan masyarakat, maka akan
tercipta sumber daya manusia yang potensial, sehingga mampu bersaing dengan
dunia luar dalam skala global, sesuai tuntutan zaman. Pada akhirnya Indonesia
dapat secara bertahap bangkit dari keterpurukan, menatap era globalisasi dengan
percaya diri karena sumber daya manusia yang handal.
No comments:
Post a Comment