Tuesday, February 26, 2013



PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA
DI TENGAH KRISIS GLOBAL

REVIEW JOURNAL
Judul               : Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Indonesia di Tengah Krisis Global
Penulis             : Dra. Lelly Yulifar, M.Pd. (Dosen Jurusan Pendidikan Sejarah FPIPS UPI)

Seperti yang kita ketahui bersama, Indonesia adalah bangsa yang kaya akan sumber daya alam. Dari Sabang sampai Merauke, beragam suku, adat, budaya, bahasa, dan agama berbaur menjadi satu dalam bingkai persatuan. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa sumber daya alam kita yang begitu lengkap ini belum mampu kita olah dan manfaatkan dengan sebaik mungkin, tidak lain karena kemampuan (sumber daya manusia) kita yang belum profesional. Dengan jumlah penduduk yang banyak, seharusnya Indonesia mampu menjadi negara yang makmur, jika sumber daya manusia yang kita miliki memiliki skill yang handal dibidangnya, tidak hanya menang dalam segi kuantitas, tetapi juga dari segi kualitas.
Seperti dalam jurnal yang ditulis oleh Dosen Jurusan Pendidikan Sejarah FPIPS UPI, Dra. Lelly Yulifar, M.Pd., bahwa di tengah berbagai permasalahan yang ada di negara ini sebagai dampak krisis global, sudah sepantasnya dilakukan adanya pemberdayaan sumber daya manusia dari berbagai  pihak, baik dari pemerintah sebagai regulator, lembaga pendidikan, maupun dari perusahaan atau instansi swasta terkait agar Indonesia dapat secara perlahan bangkit dari keterpurukan.
Berbagai masalah yang timbul sebagai akibat dari krisis multidimensi, diantaranya masalah pengangguran, kriminalitas, korupsi, dll. Salah satu masalah yang terkait dengan sumber daya manusia adalah adanya pengangguran, sebagai akibat dari sumber daya manusia yang berdaya saing rendah, belum ideal dan optimal. Semestinya kian hari Indonesia makin berbenah, jika menengok ke sepuluh dekade terakhir bangsa kita memiliki tenaga kerja dengan skill yang baik, sehingga mampu meningkatkan devisa negara sekaligus memperbaiki neraca perdagangan internasional. Meskipun faktanya pada tahun 2009 Indonesia masih menduduki peringkat 45 dalam peringkat World Competitiveness Report. Karenanya diperlukan kerja keras dari berbagai pihak agar sumber daya manusia kita menjadi potensi yang riil dan memiliki daya saing.
Dimulai dari peran lembaga penddikan bahwa selama ini masyarakat Indonesia mengenyam bangku pendidikan secara formal dalam jangka waktu yang cukup lama. Itu pun masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mampu merasakan pendidikan, padahal pendidikan sangat berperan sebagai agen pembaharuan dalam berbagai segmen kehidupan. Maka perlu dilakukan berbagai perbaikan, diantaranya dengan meningkatkan kerja sama antara segi pendidikan dan dunia usaha agar sumber daya manusia dari dunia pendidikan dapat terserap secara optimal.
Kemudian, perlu diingat bahwa pada  negara maju, terdapat banyak wirausahawan handal, memiliki semangat yang tinggi, ada kebutuhan berprestasi yang tinggi, etika bisnis yang normatif, kreatif, inovatif dan mandiri. Sedangkan Indonesia, dengan skill yang masih rendah, perlu diadakan diklat- diklat yang dibiayai oleh BUMN atau instansi swasta lainnya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, dituntut pula adanya partisipasi aktif dari lembaga atau instansi swasta dalam pemberdayaan sumber daya manusia.
Selanjutnya dari pihak pemerintah sebagai regulator, berbagai upaya yang bisa dilakukan diantaranya dengan melakukan “empowering” atau dengan memberikan wewenang kepada masyarakat dengan konsep kemitraan yang selalu mendayagunakan aparatur negara yang reformatif dan akomodatif, salah satunya dengan cara meningkatkan iklim yang kondusif terhadap dunia usaha yang nantinya dapat menjadi penyumbang terbesar pemasukan negara berupa pajak serta terciptanya penyerapan tenaga kerja yang handal.
Setelah berbagai pihak saling bersinergi dalam upaya pemberdayaan masyarakat, maka akan tercipta sumber daya manusia yang potensial, sehingga mampu bersaing dengan dunia luar dalam skala global, sesuai tuntutan zaman. Pada akhirnya Indonesia dapat secara bertahap bangkit dari keterpurukan, menatap era globalisasi dengan percaya diri karena sumber daya manusia yang handal.

No comments:

Post a Comment