SKALA PETA
Skala
peta merupakan perbandingan jarak antara dua titik sembarang pada peta dengan
jarak sebenarnya di permukaan bumi dengan satuan ukuran yang sama, skala peta
juga dapat diartikan sebagai perbandingan antara jari-jari globe dengan
jari-jari bumi (Sukwardjono dan Mas
Sukoco, 1997).
Skala dapat dinyatakan dengan tiga macam
metode, diantaranya :
1.
Skala angka (numeric scale) / skala
pecahan (representative scale)
Skala ini dituliskan
dengan angka atau pecahan.
Contoh :
-skala angka (numeric scale) à
1 : 75.000
-skala pecahan (representative scale) à 1/75.000
2. Skala verbal (verbal scale)
Skala ini dituliskan dalam bentuk kalimat.
Biasanya skala verbal digunakan pada peta-peta yang tidak menggunakan satuan
pengukuran metrik.
Contoh :
one inch to three mile = 1 : 190.980
3. Skala
grafis (graphical scale line)
Skala ini ditunjukkan
dengan garis lurus yang dibagi menjadi satuan yang panjangnya sama dan tiap
satuan tersebut menunjukkan jarak yang sebanding di lapangan.
Berdasarkan
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.20 Tahun 2000 tentang tingkat penelitian peta untuk
penataan ruang wilayah, skala memiliki unsur-unsur sebagai berikut:
– garis pantai;
–
hidrografi, berupa laut beserta unsur-unsur di perairan pantainya, sungai, danau,
waduk atau bendungan;
– permukiman, berupa
kota;
–
jaringan transportasi, berupa jalan tol, jalan arteri, jalan kolektor, jalan
kereta api, jalan lain, bandar udara, pelabuhan;
–
batas administrasi, berupa batas negara, batas propinsi, batas kabupaten,
batas kota, batas
kecamatan, batas desa;
– garis kontur;
– titik tinggi;
– nama-nama unsur
geografis.
Unsur-unsur
peta rencana tata ruang wilayah nasional, meliputi kawasan lindung, kawasan budidaya,
kawasan tertentu, sistem permukiman, jaringan transportasi, jaringan
kelistrikkan dan energi, jaringan telekomunikasi, sarana dan prasarana air baku
dan sistem jaringan utilitas.
Pencarian
skala dapat dilakukan dengan berbagai metode. Jika suatu peta tidak diketahui
skalanya, maka dapat dilakukan dengan beberapa cara dibawah ini :
1. Membandingkan
dengan peta lainnya yang memiliki skala dan daerah yang dicakup sama.
2. Membandingkan
suatu jarak horizontal di lapangan
dengan jarak yang mewakilinya di peta.
3. Menggunakan garis kontur, seperti pada peta Topografi (peta kontur) di
Indonesia.
CI (Contour Interval) adalah selisih ketinggian
antara dua garis kontur yang dinyatakan dalam meter. Contour Interval sering
disebut jarak antara garis kontur. Garis Kontur yaitu garis-garis pada peta
yang menghubungkan titik-titik yang memiliki ketinggian yang sama dari
permukaan air laut.
4. Menentukan dua titik di peta
yang belum ada skalanya dengan menghitung jarak pada meridian peta.
Kemudian untuk
memperbesar dan memperkecil skala (mengubah skala peta), bisa dilakukan dengan
beberapa metode berikut :
1.
Menggunakan metode grid square (bujur sangkar)
2. Menggunakan metode union jack
DAFTAR PUSTAKA
Nur
Hidayati, Iswari.2011. Petunjuk Praktikum
Kartografi Dasar. Yogyakarta: Fakultas Geografi.
Sukwardjono
dan Mas Sukoco.1997. Kartografi Dasar.
Yogyakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Universitas Gadjah Mada.
No comments:
Post a Comment