Friday, March 1, 2013


SKALA PETA

Skala peta merupakan perbandingan jarak antara dua titik sembarang pada peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi dengan satuan ukuran yang sama, skala peta juga dapat diartikan sebagai perbandingan antara jari-jari globe dengan jari-jari bumi  (Sukwardjono dan Mas Sukoco, 1997).
Skala dapat dinyatakan dengan tiga macam metode, diantaranya :
1.         Skala angka (numeric scale) / skala pecahan (representative scale)
Skala ini dituliskan dengan angka atau pecahan.
Contoh :
-skala angka (numeric scale)                          à 1 : 75.000
-skala pecahan (representative scale)             à 1/75.000
2.    Skala verbal (verbal scale)
Skala ini dituliskan dalam bentuk kalimat. Biasanya skala verbal digunakan pada peta-peta yang tidak menggunakan satuan pengukuran metrik.
Contoh :
one inch to three mile = 1 : 190.980
3.    Skala grafis (graphical scale line)
Skala ini ditunjukkan dengan garis lurus yang dibagi menjadi satuan yang panjangnya sama dan tiap satuan tersebut menunjukkan jarak yang sebanding di lapangan.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.20 Tahun  2000 tentang tingkat penelitian peta untuk penataan ruang wilayah, skala memiliki unsur-unsur sebagai berikut:
– garis pantai;
– hidrografi, berupa laut beserta unsur-unsur di perairan pantainya, sungai, danau, waduk atau bendungan;
– permukiman, berupa kota;
– jaringan transportasi, berupa jalan tol, jalan arteri, jalan kolektor, jalan kereta api, jalan lain, bandar udara, pelabuhan;
– batas administrasi, berupa batas negara, batas propinsi, batas kabupaten,
batas kota, batas kecamatan, batas desa;
– garis kontur;
– titik tinggi;
– nama-nama unsur geografis.
Unsur-unsur peta rencana tata ruang wilayah nasional, meliputi kawasan lindung, kawasan budidaya, kawasan tertentu, sistem permukiman, jaringan transportasi, jaringan kelistrikkan dan energi, jaringan telekomunikasi, sarana dan prasarana air baku dan sistem jaringan utilitas.
Pencarian skala dapat dilakukan dengan berbagai metode. Jika suatu peta tidak diketahui skalanya, maka dapat dilakukan dengan beberapa cara dibawah ini :
1.     Membandingkan dengan peta lainnya yang memiliki skala dan daerah yang dicakup sama.
2. Membandingkan suatu  jarak horizontal di lapangan dengan jarak yang mewakilinya di peta.
3. Menggunakan garis kontur, seperti pada peta Topografi (peta kontur) di Indonesia.
   CI (Contour Interval) adalah selisih ketinggian antara dua garis kontur yang dinyatakan dalam meter. Contour Interval sering disebut jarak antara garis kontur. Garis Kontur yaitu garis-garis pada peta yang menghubungkan titik-titik yang memiliki ketinggian yang sama dari permukaan air laut.
4. Menentukan dua titik di peta yang belum ada skalanya dengan menghitung jarak pada meridian peta.

Kemudian untuk memperbesar dan memperkecil skala (mengubah skala peta), bisa dilakukan dengan beberapa metode berikut :
1.      Menggunakan metode grid square (bujur sangkar)
2.   Menggunakan metode union jack


DAFTAR PUSTAKA
Nur Hidayati, Iswari.2011. Petunjuk Praktikum Kartografi Dasar. Yogyakarta: Fakultas Geografi.
Sukwardjono dan Mas Sukoco.1997. Kartografi Dasar. Yogyakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Universitas Gadjah Mada.




No comments:

Post a Comment