Friday, March 1, 2013


PROYEKSI PETA
Proyeksi merupakan suatu metode pemindahan gambaran permukaan bumi dari bentuk lengkung (globe) ke bidang datar atau dua dimensi (peta). Salah satu alasan mengapa perlu dilakukan proyeksi, adalah untuk tujuan praktis. Bahwa globe yang berbentuk bulat menyulitkan pengguna ketika melakukan survey di lapangan atau mengamati dari atas meja kerja mereka. Oleh karena itu perlu dilakukan adanya pemindahan tiap garis-garis meridian dan parallel yang menempel pada lengkung globe menuju suatu bidang yang datar agar memudahkan kita dalam memberi perlakuan lebih lanjut terkait dengan gambaran permukaan bumi tersebut.
Secara sederhana, maksud dan tujuan dari proyeksi peta adalah memikirkan cara-cara sistematis dan matematis untuk memindahkan sifat-sifat bidang lengkung ke bidang datar sehingga tidak banyak kesalahan yang terjadi, atau sekalipun ada kesalahan yang terjadi, maka kesalahan tersebut mampu kita minimalisasi sekecil mungkin dan dapat diketahui sifat kesalahannya (Sukwardjono dan Mas Sukoco, 1997). Proyeksi juga dapat diartikan sebagai proses mengubah gambaran permukaan bumi dari bentuk tiga dimensi menjadi bentuk dua dimensi dengan skala tertentu dan jelas terdapat kesalahan-kesalahan  di dalamnya.
Beberapa bentuk kesalahan-kesalahan atau distorsi yang dapat terjadi akibat pemindahan, yaitu :
-         Distorsi luas,
-         Distorsi jarak, dan
-         Distorsi bentuk dan arah.
Namun ada beberapa cara untuk meminimalisir kesalahan atau distorsi, diantaranya adalah :
-         Bentuk di permukaan bumi tidak mengalami perubahan (harus tetap), sesuai dengan gambar peta di globe bumi.
-         Luas permukaan yang diubah harus tetap.
-         Jarak antara satu titik dengan titik lain diatas permukaan bumi yang diubah harus tetap.
Proyeksi dapat diklasifikasikan berdasarkan bidang proyeksi dan arah titik datang penyinaran.
-         Berdasarkan bidang proyeksi
ü  Proyeksi azimuth à proyeksi yang bidang proyeksinya berupa bidang datar yang menyinggung bola pada kutub, equator atau sembarang tempat.
ü  Proyeksi silinder à proyeksi yang bidang proyeksinya berupa silinder atau tabung. Proyeksi ini baik digunakan untuk menggambarkan daerah ekuator/ khatulistiwa.
ü  Proyeksi kerucut à proyeksi yang bidang proyeksinya berupa kerucut. Baik digunakan untuk menggambarkan daerah kutub.
-         Berdasarkan arah titik datang penyinaran
ü  Proyeksi gnomonis à proyeksi dimana arah titik datang sinar berasal dari pusat bumi
ü  Proyeksi stereografis à proyeksi dengan arah datang sinar dari daerah kutub yang berlawanan dengan titik singgung proyeksi.
ü  Proyeksi orthografis à proyeksi yang arah datang sinarnya dari titik jauh tak terhingga.

No comments:

Post a Comment