PROYEKSI PETA
Proyeksi merupakan suatu metode pemindahan gambaran permukaan bumi
dari bentuk lengkung
(globe) ke bidang datar atau dua dimensi
(peta). Salah satu alasan mengapa perlu dilakukan proyeksi, adalah untuk tujuan praktis. Bahwa globe yang berbentuk bulat menyulitkan pengguna ketika melakukan survey di lapangan atau mengamati
dari atas meja kerja mereka. Oleh karena itu perlu dilakukan adanya pemindahan
tiap garis-garis meridian dan parallel yang menempel pada lengkung globe menuju
suatu bidang yang datar agar memudahkan kita dalam memberi perlakuan lebih
lanjut terkait dengan gambaran permukaan bumi tersebut.
Secara sederhana, maksud dan tujuan dari proyeksi peta adalah memikirkan
cara-cara sistematis dan matematis untuk memindahkan sifat-sifat bidang
lengkung ke bidang datar sehingga tidak banyak kesalahan yang terjadi, atau
sekalipun ada kesalahan yang terjadi, maka kesalahan tersebut mampu kita
minimalisasi sekecil mungkin dan dapat diketahui sifat kesalahannya
(Sukwardjono dan Mas Sukoco, 1997). Proyeksi juga dapat diartikan
sebagai proses mengubah gambaran permukaan bumi dari bentuk tiga dimensi
menjadi bentuk dua dimensi dengan skala tertentu dan jelas terdapat
kesalahan-kesalahan di dalamnya.
Beberapa bentuk
kesalahan-kesalahan atau distorsi yang dapat terjadi akibat pemindahan, yaitu :
-
Distorsi luas,
-
Distorsi jarak, dan
-
Distorsi bentuk dan arah.
Namun ada beberapa cara
untuk meminimalisir kesalahan atau distorsi, diantaranya adalah :
-
Bentuk di permukaan bumi tidak mengalami
perubahan (harus tetap), sesuai dengan gambar peta di globe bumi.
-
Luas permukaan yang diubah harus tetap.
-
Jarak antara satu titik dengan titik
lain diatas permukaan bumi yang diubah harus tetap.
Proyeksi dapat
diklasifikasikan berdasarkan bidang proyeksi dan arah titik datang penyinaran.
-
Berdasarkan bidang proyeksi
ü Proyeksi
azimuth à
proyeksi yang bidang proyeksinya berupa bidang datar yang menyinggung bola pada
kutub, equator atau sembarang tempat.
ü Proyeksi
silinder à
proyeksi yang bidang proyeksinya berupa silinder atau tabung. Proyeksi ini baik
digunakan untuk menggambarkan daerah ekuator/ khatulistiwa.
ü Proyeksi
kerucut à
proyeksi yang bidang proyeksinya berupa kerucut. Baik digunakan untuk
menggambarkan daerah kutub.
-
Berdasarkan arah titik datang penyinaran
ü Proyeksi
gnomonis à
proyeksi dimana arah titik datang sinar berasal dari pusat bumi
ü Proyeksi
stereografis à
proyeksi dengan arah datang sinar dari daerah kutub yang berlawanan dengan
titik singgung proyeksi.
ü Proyeksi
orthografis à
proyeksi yang arah datang sinarnya dari titik jauh tak terhingga.
No comments:
Post a Comment