setegar-tegarnya aku, aku tetap manusia, aku bukan karang apalagi baja.
karang pun bisa terkikis seiring jutaan kali debur ombak yang menghempasnya.
lemah, iya aku memang lemah, tapi bagiku ini sudah terlampau hebat dan kuat.
tolong jangan memaksaku menjadi lebih kuat lagi, besi saja bisa bengkok jika terus ditekan, apalagi hatiku yang rapuh ini.
sekarang aku berkaca, mencoba mendeskripsikan diriku, membuat kronologi waktu, apa saja yang sudah aku alami denganmu.
aku berkaca, mengamati jengkal demi jengkal tiap sisi tubuhku, aku memang terlampau lemah, tak sempurna.
aku tak akan pernah menjadi sempurna, tak akan bisa lebih baik tanpa rangkulan.
aku hanya ingin kamu mengerti, satu tetes liur saja dari yang pernah aku keluarkan saat berkata-kata padamu.
tolong pahami aku.
kadang aku hanya meminta waktu barang satu menit saja dari 24 jam yang kamu miliki.
itu cukup, apa aku terlalu muluk-muluk?
No comments:
Post a Comment