Kini, setelah aku besar, aku malah sering meninggalkannya, bermain bersama teman-teman, bepergian. Tak pernah aku menungguinya ketika ia sakit, ketika ia membutuhkan pertolonganku di saat ia lemah. Saat aku menjadi dewasa, aku meninggalkannya karena tuntutan rumah tangga.
“Ampuni hamba ya Tuhan, maafkan aku Ibu”
“Ibu, izinkan aku memeluk hatimu, agar aku merasakan apa yang engkau rasakan dari sakit tanpa menangis, tanpa air mata”
“Ya Tuhan, jadikanlah kami sebagai seorang anak yang mempunyai akhlak yang baik dan menyejukkan hati Ayah dan Ibu kami. Amiiinnn”
“Catatan Strawberry”

Source :http://aditiarahargian.com/?p=483