Kisah Inspirasional, “Ibu, Izinkan Aku Memeluk Hatimu”
Saat pertama kali akau masuk sekolah di Taman Kanak-Kanak, Ibu yang mengantarku hingga masuk ke dalam kelas. Dengan sabar pula ia menunggu. Sesekali kulihat dari jendela kelas, ia masih duduk di seberang sana. Aku tak peduli dengan setumpuk pekerjaannya di rumah, dengan rasa kantuk yang menderanya, atau terik, ataupun hujan. Juga rasa jenuh dan bosannya menunggu. Yang penting aku senang ia menungguku sampai bel berbunyi.
Kini, setelah aku besar, aku malah sering meninggalkannya, bermain bersama teman-teman, bepergian. Tak pernah aku menungguinya ketika ia sakit, ketika ia membutuhkan pertolonganku di saat ia lemah. Saat aku menjadi dewasa, aku meninggalkannya karena tuntutan rumah tangga.
“Ampuni hamba ya Tuhan, maafkan aku Ibu”
“Ibu, izinkan aku memeluk hatimu, agar aku merasakan apa yang engkau rasakan dari sakit tanpa menangis, tanpa air mata”
“Ya Tuhan, jadikanlah kami sebagai seorang anak yang mempunyai akhlak yang baik dan menyejukkan hati Ayah dan Ibu kami. Amiiinnn”
“Catatan Strawberry”
Source :http://aditiarahargian.com/?p=483
No comments:
Post a Comment